Jumat, 05 April 2024

Unsur-Unsur Prisma

 

Prisma




1.      Pengertian Prisma

Prisma merupakan suatu bangun ruang tiga dimensi di mana alas dan juga tutupnya kongruen serta sejajar berbentuk segi-n. Sisi-sisi tegak dalam prisma memiliki beberapa bentuk, antara lain: persegi, persegi panjang, atau jajargenjang. Dilihat dari tegak rusuknya, prisma terbagi menjadi dua macam, yaitu: prisma tegak dan prisma miring.

Prisma tegak merupakan prima di mana rusuk-rusuknya tegak lurus dengan alas dan juga tutupnya. Sementara untuk prisma miring merupakan prisma di mana rusuk-rusuk tegaknya tidak tegak lurus pada alas dan juga tutupnya.

 

Apabila kita lihat dari bentuk alasnya, prisma terbagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu: prisma segitiga, prisma segi empat, prisma segi lima, dan lain sebagainya.

 

Prisma yang alas dan juga tutupnya berbentuk persegi disebut sebagai balok dan kubus. Sementara untuk prisma yang memiliki alas dan tutupnya berbentuk lingkaran disebut sebagai tabung

 

2.      Bagian-bagian Prisma

Prisma terdiri atas bidang alas dan juga bidang atas yang sama serta kongruen, sisi tegak, titik sudut, dan tinggi. Tinggi prisma adalah jarak antara bidang alas serta bidang atas


3.      Sifat prisma

Memuat hubungan antara jumlah titik sudut ( T ), sisi ( S ), dan juga rusuk ( R ) pada prisma: S + T = R + 2


4.      Jaring-jaring Prisma

Berikut adalah beberapa contoh dari jaring prisma, antara lain:

·         Prisma Segitiga



·         Prisma Segi Lima



·         Prisma Segi Enam


Untuk dapat memahami materi tentang unsur-unsur prisma, ayo kita simak video berikut ini:

Volume Kubus dan Balok

 

Volume Kubus

Rumus volume kubus di dapatkan dari perkalian panjang, lebar dan tinggi kubus. Karena sisi dan rusuk kubus sama maka rumus untuk untuk mencari volume kubus dapat disusun sebagai berikut:



Volume Balok

Perhatikan balok di atas. Pada balok tersebut ada 5 kubus satuan yang dapat ditempatkan pada panjangnya, 2 kubus satuan pada lebarnya dan 2 kubus satuan pada tingginya. Banyaknya kubus satuan yang dapat ditempatkan pada alas balok 2 x 5 = 10. Karena ada 3 lapisan kubus satuan yang dapat memenuhi balok tersebut, sehingga volume balok pada adalah 3 x 10 = 30 kubus satuan. 

Sehingga dari hal inilah maka muncul rumus volume balok


Untuk dapat memahami materi tentang volume kubus dan balok, ayo kita simak video berikut ini:

Luas Permukaan Kubus dan Balok

 

Luas Permukaan Kubus


Pada gambar di atas terdapat kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk “s”. Seperti diketahui, pada kubus terdapat 6 buah sisi / bidang yang semuanya berbentuk persegi. Bidang yang dimaksud seperti yang ada pada gambar di atas adalah bidang ABCD (bawah), BCGF (kanan), ADHE (kiri), ABFE (depan), DCGH (belakang), dan EFGH (atas). Dapat dilihat dengan jelas pada jaring-jaring kubus berikut :

Kemudian, kita dapat mengetahui bahwa luas permukaan kubus (L.ABCD.EFGH) adalah jumlah luas seluruh bidang pada kubus. Dapat di uraikan sebagai berikut :

L. ABCD.EFGH = L.ABCD + L.BCGF + L.ADHE + L.ABFE + L.DCGH + L.EFGH

L. ABCD.EFGH = (s x s) + (s x s) + (s x s) + (s x s) + (s x s) + (s x s)

L. ABCD.EFGH = 6 (s x s) = 6s2

Sehingga rumus luas permukaan kubus :

Keterangan:

L = Luas Permukaan Kubus

S = Sisi Kubus

 

Luas Permukaan Balok

Pada balok terdapat di atas terdapat 6 buah sisi / bidang yang semuanya merupakan persegi panjang yaitu bidang ABCD (bawah), BCGF (kanan), ADHE (kiri), ABFE (depan), DCGH (belakang), dan EFGH (atas). Lebih jelasnya lihat pada jaring-jaring balok di bawah ini:

Dari gambar di atas dapat di uraikan bahwa rumus luas permukaan balok (L.ABCD.EFGH) adalah :

L. ABCD.EFGH = L.ABCD + L.BCGF + L.ADHE + L.ABFE + L.DCGH + L.EFGH

Karena L.ABCD = L.EFGH, LBCGF = L.ADHE dan L.ABFE = L.DCGH,

Maka di dapatkan:

L. ABCD.EFGH = L.ABCD + L.BCGF + L.BCGF + L.ABFE + L.ABFE + L.ABCD

L. ABCD.EFGH = 2 L.ABCD + 2 L.BCGF  + 2 L.ABFE

L. ABCD.EFGH = 2 ( L.ABCD + L.BCGF + L.ABFE )

L. ABCD.EFGH = 2 ( ( p x l ) + ( l x t ) + ( p x t ) )

Sehingga rumus luas permukaan balok menjadi L :

Keterangan:

L = luas permukaan balok

p = panjang balok

l = lebar balok

t = tinggi balok


Untuk dapat memahami materi tentang luas permukaan kubus dan balok, ayo kita simak video berikut ini:

Unsur-Unsur Kubus dan Balok

 Kubus

1.      Pengertian Kubus

Kubus merupakan suatu bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam sisi serupa yang berwujud bujur sangkar. Kubus juga dikenal dengan nama lain yaitu bidang enam beraturan. Kubus sebetulnya adalah bentuk khusus dari prisma segiempat, sebab tingginya sama dengan sisi alas.

 

2.      Bagian-bagian Kubus


a.       Sisi kongruen ada sebanyak 6 buah yang terdiri atas:

·      bidang alas kubus: ABCD

·      bidang atas kubus: EFGH

·      sisi tegak kubus: ABEF, CDGH, ADEH, dan BCFG

b.      Rusuk sama panjang ada sebanyak 12 buah (AB = BC = CD = DA = EF = FG = GH = HE = AE = BF = CG = DH).

c.       Titik sudut berjumlah 8 titik (A, B, C, D, E, F, G, H)

d.      Diagonal bidang yang sama panjang sebanyak 6 buah (AC = BD = EG = FH = AF = BE = CH = DG = AH = DE = BG = CF).

e.       Diagonal ruang yang sama panjang sebanyak 4 buah (AG = BH = CE = DF).

f.        Bidang diagonal kongruen berjumlah 6 buah (ABGH, EFCD, BCHE, FGDA, BFHG, dan AEGC).

 

3.      Sifat Kubus

a.       Seluruh sisi kubus berbentuk persegi dengan mempunyai luas yang sama.

b.      Seluruh rusuk kubus memiliki panjang yang sama.

c.    Masing-masing diagonal bidang pada kubus mempunyai panjang yang sama. Perhatikan ruas garis BG dan CF pada gambar di atas. Kedua garis tersebut adalah diagonal bidang kubus ABCD.EFGH yang mempunyai ukuran sama panjang.

d.  Masing-masing diagonal ruang pada kubus memiliki panjang yang sama. Dari kubus ABCD.EFGH pada gambar di atas , ada dua diagonal ruang, yakni HB dan DF di mana keduanya berukuran sama panjang.

e.    Masing-masing bidang diagonal pada kubus berbentuk persegi panjang. Perhatikan bidang diagonal ACGE pada gambar di atas.

 

4.      Jaring-jaring Kubus

Jika kubus dipotong berdasarkan rusuk-rusuknya, lalu masing-masing sisinya direntangkan maka akan menghasilkan suatu bangun datar yang disebut sebagai jaring-jaring kubus. Terdapat sebelas macam jaring-jaring kubus di mana susunannya berbeda satu sama lain. Masing-masing terdiri atas enam buah persegi kongruen yang saling berkaitan.

Simak gambar yang ada di bawah ini:



Balok

1.      Pengertian Balok

Balok adalah suatu bangun ruang yang mempunyai tiga pasang sisi segi empat. Di mana pada masing-masing sisinya yang berhadapan mempunyai bentuk serta ukuran yang sama. Berbeda halnya dengan kubus di mana seluruh sisinya kongruen berbentuk persegi, dan pada balok hanya sisi yang berhadapan yang sama besar. Serta tidak seluruhnya berbentuk persegi, kebanyakan berbentuk persegi panjang.


2.      Bagian-bagian Balok

Pada masing-masing dari bangun ruang sisi datar yang satu ini sama seperti yang ada pada kubus. Suatu balok terdiri tas sisi, sudut, diagonal bidang, diagonal ruang, serta yang terakhir yaitu bidang diagonal.

Berikut akan kami berikan rincian jumlahnya untuk kalian semua:

a.       Sisi berbentuk persegi dan juga persegi panjang sebanyak 6 buah, antara lain yaitu:

·         bidang alas kubus: ABCD

·         bidang atas kubus: EFGH

·         sisi tegak kubus: ABEF, CDGH, ADEH, dan BCFG.

b.      Rusuk sebanyak 12 buah yang dapat dibagi menjadi 3 kelompok, antara lain:

·     panjang (p) yakni rusuk terpanjang dari alas balok serta rusuk lainnya yang sejajar: AB, DC, EF dan HG

·    lebar (l) adalah rusuk terpendek dari alas balok dan juga rusuk lainnya yang sejajar: BC, AD, FG, dan EH

·     tinggi (t) adalah rusuk yang tegak lurus terhadap panjang dan lebar balok: AE, BF, CG, dan DH.

c.       Titik sudut berjumlah 8 titik (A, B, C, D, E, F, G, H).

d.      Diagonal bidang sebanyak 6 buah (AC, BD, EG, FH, AF, BE, CH, DG, AH, DE, BG, dan CF).

e.       Diagonal ruang yang berjumlah 4 buah (AG, BH, CE, dan DF).

f.   Bidang diagonal yang berbentuk persegi panjang dengan jumlah 6 buah, antara lain: ABGH, EFCD, BCHE, FGDA, BFHG, dan AEGC.


3.      Sifat Balok

a.       Sedikitnya sebuah balok mempunyai dua pasang sisi yang berbentuk persegi panjang.

b.      Rusuk-rusuk yang sejajar memiliki ukuran yang sama panjang: AB = CD = EF = GH, dan AE = BF = CG = DH.

c.       Pada masing-masing diagonal bidang pada sisi yang berhadapan berukuran sama panjang, yakni: ABCD dengan EFGH, ABFE dengan DCGH, dan BCFG dengan ADHE yang mempunyai ukuran sama panjang.

d.      Masing-masing diagonal ruang pada balok mempunyai ukuran sama panjang.

e.       Masing-masing bidang diagonalnya berbentuk persegi panjang.


4.      Jaring-jaring Balok

Sama halnya dengan kubus, jaring-jaring pada bangun balok juga didapatkan dengan cara membuka balok tersebut sehingga akan terlihat semua permukaan balok.

Coba kalian perhatikan baik-baik pada jalur pembuatan jaring-jaring balok di atas. Jaring-jaring balok lebih banyak apabila dibandingkan dengan jaring-jaring pada kubus. Hal tersebut disebabkan selain persegi sisi-sisi pada balok juga terdiri atas persegi panjang. Sehingga hasil dari jaring-jaringnya menjadi lebih variatif.

Berikut adalah beberapa contoh dari jaring-jaring balok.


Untuk dapat memahami materi tentang unsur-unsur kubus dan balok, ayo kita simak video berikut ini: